Tempurung kelapa yang banyak terdapat di Indonesia merupakan bagian dari buah kelapa. Salah satu manfaatnya adalah mengolah Tempurung kelapa dengan mengaktifkannya untuk dijadikan Arang aktif yang dapat digunakan untuk menyerap zat warna yang terkandung dalam air limbah industri kain tradisional.
Jika dilihat dari variasi perbandingan briket Tempurung Kelapa 60% dan Serbuk kulit jengkol 30% dan Tempurung Kelapa 30% dan Serbuk Kulit jengkol 60%, briket yang dibuat dari bahan baku dengan
15. Siwur (gayung) Siwur adalah gayung yang terbuat dari tempurung kelapa. 16. Rujak Rujak yang ada biasanya rujak crobo, artinya calon bayi jangan sampai croobo (dekil atau malas – malasan). Selain itu rujak ini dapat dinikmati pula oleh para hadirin. 17.
Limbah tempurung kelapa baik dari industri-industri pengolahan buah kelapa atau konsumsi rumah tangga pada umumnya dibuang begitu saja. Meskipun tergolong sampah organik, limbah tempurung kelapa tidak mudah terurai mikroorganisme dikarenakan sifatnya yang keras. Selain itu, tempurung kelapa memiliki bobot dan ukuran yang cukup besar.
Hal ini dikarenakan asam sulfat lebih mudah didapatkan dan memiliki sifat kimia yang lebih stabil daripada larutan pengaktivasi yang lain. 13 Chemica Volume 2, Nomor 1, Juni 2015, 13-19 ISSN: 2355-875X Tinjauan Pustaka Pembuatan Arang Tempurung Kelapa Pembuatan arang dari tempurung kelapa dengan teknologi pirolisis.
terdiri dari beberapa spesimen yang mengalami penambahan fraksi volume serbuk tempurung buah maja, kemudian diberikan penambahan serbuk aluminium dengan ukuran 320 mesh. Sedangkan kelompok kontrol yaitu spesimen kampas rem merk Indoparts. Komposisi serbuk tempurung buah maja, resin epoxy dan serbuk aluminium dapat dilihat
.
cara membuat gayung dari tempurung kelapa